Putus Cinta
Gugurlah bunga yang bermekaranKeringlah daun yang hijau
Surutlah ombak di lautan
Pagi yang cerah berubah menjadi pagi yang gelap
Awan mulai mendung
Tak lama kemudian, tetesan air mulai turun secara perlahan
Petir berteriak disana-sini
Aku hanya terdiam di kamar sambil berselimut
Takut akan semua suara itu
Diam,
Menjadi pilihanku saat itu
Saat aku sedang gundah
Hatiku sedang sedih
Karena baru saja kau putuskan cinta ini
Padahal, aku yang memintanya
Entah inikah yang dinamakan penyesalan
Namun yang ku tahu, hariku tak secerah dulu lagi
Karena kini aku telah sendiri
By : Afifah
Harapanku
aku tau di matamu aku tak pernah benar
aku sadar di depanmu aku tak sepadan denganmu
tapi aku tau ini semua dari perasaanku
dan aku tau aku tak pernah bisa mengelaknya
bahwa aku mencintaimu
bukan hartamu yang ku minta
bukan tahtamu yang ku mau
bukan wajah ayumu yang ku inginkan
tapi cinta dari hatimu yang ku harapkan
aku tak akan menyerah
selalu bersamamu itulah impianku
impian yang selalu menganggu tidurku
ku hanya ingin kau pendamping dalam hidupku
tak cukup sampai di sini
aku rela menompang semua pedihmu
meski aku jatuh sekalipun
karena aku tak ingin melihatmu menangis
tangismu pedihku
senyumu bahagiaku
hidupku kamulah harapanku
disini ku bersimpuh
lirih bibir ramai berdzikir memohon
ijinkan aku mendampingimu
menempuh hidup yang kelak akan kau arungi
By : raden wahyudhi
Hanya Dirimu
raut wajah sendu dengan senyuman manisterlukis indah jauh di dalam sanubari
tatapan mata yang mengandung arti
bagaikan sang rembulan di kegelapan malam ini
aku yang mencintaimu
dapatkah kau merasakan cintaku
dapatkah kau merasakan sentuhanku
dapatkah kau mengerti rasa ku
tuhan,,aku mencintainya
ijinkan aku tuk mengatakannya
biarkanlah dia tahu akan rasa ku
berikanlah kesempatan kepada hambamu
diam,,diam,,diam,,
kuterbayang sejenak oleh parasmu
kau begitu indah
kau begitu sempurna di mataku
By : pipit embem
http://puisicinta.web.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar